[Review Film] Marvel's Netflix the Defenders


Ketika sekumpulan preman "menahan" serangan "para tangan"

Judul : Marvel’s the Defenders
Tanggal rilis : 18 Agustus 2017
Pemain : Charlie Cox, Krysten Ritter, Finn Jones, Mike Colter
Rumah produksi : Marvel/Netflix
Score : 8/10

Karena gua tidak ada niatan untuk menonton film di bioskop dekat-dekat ini dan baru pertama kali nyoba nonton series di Netflix dan juga series ini baru aja nongol di Netflix yauda deh direview aja.

Jadi the Defenders ini bisa dianggap penutup phase 1 nya Marvel Netflix Universe—kalo kata orang-orang sih—dan sebagai ajang showoff nya semua superhero kesayangan kita yang ada di Netflix. 

Iya gitu aja.

Lalu apa yang bikin menarik series ini? Bagi kalian yang suka sama Marvel’s Netflix (Daredevil S1-2, Jessica Jones, Luke Cage, Iron Fist) bakal dimanjakan dengan kelanjutan cerita mereka pasca event yang kejadian di masing-masing solo series nya. Semua akar permasalahan mereka masing-masing dikompilasi ke dalam the Defenders ini.

Banyak easter eggs yang masih berkaitan dengan MCU seperti biasanya maupun ke komiknya. Yang penasaran udah banyak review easter eggs di dunia maya bertebaran.

Oh iya inti cerita dari the Defenders ini adalah cerita dimana Danny Rand (Finn Jones) yang sedang berkelana menjadi seorang the Immortal Iron Fist seutuhnya.

Iya the Defenders ini bisa gua ibaratin sekuel Iron Fist yang flop kemaren itu. Kayanya Marvel pengen buktiin kalo mereka bisa nge-rework Iron Fist yang cupu itu. Lol.

Udah tau kan apa yang harus dilakuin Danny Rand buat jadi the Immortal Iron Fist? Dengan cara menumpas The Hand di muka bumi yang merupakan tugas seorang Iron Fist (katanya). Nah dari dasar itulah—karena ke empat karakter utama itu semua terkumpul di New York—jadinya Danny, Luke, Jess, Matt ketemu deh.

Sumber: https://www.wired.com/story/netflix-the-defenders-audience-data/
Sepanjang season isinya lumayan serius dengan sedikit jokes dark ala Marvel’s Netflix yang membuat penonton ngga akan ngerasain cape padahal satu episode hampir sejam sendiri. Tapi sayangnya 8 episode ini menurut gua ngga pas karena 13 episode yang biasa disajiin Netflix—dan terbagi menjadi 2 arc—udah pas dengan storytelling nya mereka. Jadi impression gua sendiri 2-3 episode terakhir agak drop gitu.

Satu hal yang perlu diperhatikan dan ngga semua orang sadar adalah color tone di episode awal itu keren banget! Tiap karakter punya pewarnaan sesuai dengan tone yang dipunya di series mereka masing-masing dan pas ceritanya udah ngegambarin mereka gabung tone nya pun balik ke normal. 
Sumber: https://twitter.com/DAREDEVllLS/status/898561112148512769
Color tone 1 – DC 0.

Jangan lupa honorable mention buat tante Sigourney Weaver yang jadi main antagonist disini. Keren banget doi!

Kalo mau nonton ini gua anjurin sih nonton dulu solo series dari masing-masing karakternya. Total ada 52-an episode sepertinya. Cocok buat ngisi weekend—kalo ngga ada yang ngajak jalan :p

Thanks!

My Instagram