[Review Film] Logan

07:40




Judul : Logan
Tanggal rilis : 1 Maret 2017
Sutradara : James Mangold
Pemain : Hugh Jackman, Patrick Stewart, Dafne Keen
Rumah produksi : 20th Fox Studios
Score : 8.5/10

Well, legend still deserve a proper farewell party. Logan is a proper way to say goodbye to our old man wolvie.

Ya. Kalimat itu yang gua jadikan kesimpulan pasca nonton Logan tadi malam. Gatau deh, gua gabisa ngungkapin lagi emosi yang gua rasakan ketika selesai nonton tadi. This is the best X-Men movie they ever made. Trust me.

Kenapa? Karena ngga ada film X-Men yang se-deep dan sebaik ini. Build-up dunia dan hubungan antar karakternya sangat jelas dan dalem banget.

Ok gua coba ringkas film ini.

Logan ini berada di dunia yang sudah lama tidak mengenal mutan karena kepunahan mereka. James “Logan” Howliett yang diperankan (lagi-lagi dan terakhir) oleh Hugh Jackman….



…..dan Prof. Charles Xavier yang diperankan (lagi-lagi dan terakhir menurut link ini) oleh Patrick Stewart adalah dua mutan yang (kemungkinan) terakhir ada di dunia tersebut. Oh iya timeline film ini ada di tahun 2092 2029 (thanks to salah satu user twitter yang sudah mengingatkan!).

Jadi film ini tentang perjalanan dua legenda mutan tua renta yang terombang-ambing di dunia yang sudah tidak mengenal mutan. Kenapa mereka menua? Karena waktu. Lol.

Etapi opa logan makin tua makin ganteng gitu yak.

Ngga kok, di film ini ada penjelasannya kenapa mereka menua—selain alasan karena emang udah waktunya.

Oh iya jangan lupa kalo nonton selalu pegang teguh pendirian ini: f*ck continuity.


Kalo kalian penasaran dan nonton berdua dengan temen fanboy kalian (atau pacar bagi yang punya, selamat ya), jangan tanya ini hubungannya apa sama X-Men yang lalu.

Jangan tanya kok ini ngga ada dan itu ada.

Kok dia ada lagi di umur yang lebih tua/muda daripada film yang lalu.

F*ck that.

Gua pun baru sedikit paham continuity timeline di Apocalypse baru-baru ini, dan sampai tulisan ini dibuat gua masih mencerna berada di bagian mana timeline X-Men franchise film Logan ini.


Kalo kalian pegang teguh pendirian itu, ngga aka nada pertanyaan kaya gitu. Kalian bakal nikmatin banget film ini.

Ok lanjut.

Selain dua legenda yang sudah disebutkan, ada seseorang yang steal the show banget yaitu adik Dafne Keen yang memerankan Laura atau X-23.

-testimoni salah satu follower @ScreenSaversID

How the hell this kid really good at portraying young Laura? Hanya tuhan dan bocah itu yang tau.

Oh iya film ini ngga bakal seperti yang kalian bayangin kaya film superhero biasanya. Lebih tepatnya sih film drama keluarga. Dengan sedikit darah. Oh iya relationship bond Logan sama Laura ini macem karakternya Last of Us banget (yang dimana gua sendiri belum main karena tidak mampu beli PS), bedanya cuma di film ini senjatanya diganti sama cakar adamantium lah (kalimat terakhir sedikit mengadaptasi tweet-nya @ScreenSaversID)

So, kenapa kalian harus nonton film ini? Karena ini film keren banget asli lah.

Kembali ke awal tulisan, relationship bond dari setiap karakter dibangun dengan sangat bagus even seorang Laura yang baru nongol di film ini.

Film yang katanya alternate universe dari timeline utamanya X-Men ini emang keliatan berbeda tapi kalo menurut gua masih dibilang bisa diambil dari timeline utamanya juga. Bingung? Oke gua coba jelasin beda dan samanya.

Beda karena film ini bisa dibilang alternate ending pasca X-Men: Days of Future Past (2014) yang kalian udah tau gimana ceritanya. Mungkin mudahnya adalah Logan “salah satu” dari kemungkinan ending yang dapat terjadi pasca DoFP—dimana ngga dijelaskan dampaknya dari DoFP secara langsung di film setelahnya.

Oh iya, kalo mau tau komik yang diadaptasi sama Logan ini silahkan baca Old Man Logan-nya Mark Millar. Kurang lebih sama lah, dia punya universe sendiri, punya karakter yang sama dan merupakan salah satu potensi alternate ending dari main timeline pasca event terbaru Marvel kemaren (silahkan baca Civil War II kalo mau tau maksudnya).

Ok balik lagi bahas ke topik utama.

Nah tadi udah bedanya, sekarang samanya apa? Ada karakter yang dibawa dari main timeline X-Men di film ini dan beberapa Point of Interest yang kalo kalian nonton film-film sebelumnya sempet di-mention juga di film ini. Ya anggep aja easter eggs lah kalo kalian ngga menganggap film ini ada di main timeline-nya.

Tambah bingung? Sama.


Jadi kesimpulannya film ini bener-bener beda dan lebih keren dari film sebelumnya. Sekali lagi lupakan ekspektasi kalian soal korelasi film ini ke film X-Men yang dulu-dulu dan yang bikin bagusnya memang build-up dunianya yang independen dari main timeline.

Oh iya jangan lupa kalo film ini R-rated alias untuk 17+ (kalo disini mungkin 21+ kali ya?) karena banyak adegan yang ngga cocok ditonton anak-anak. INGAT ITU.


Salamat!


You Might Also Like

0 comments