Introverted Hominem


Asik kan judulnya pake Bahasa Latin?
Oke ngga penting. Mari langsung ke pokok bahasan.

Introverted Hominem dalam Bahasa Inggris berarti Introvert Person atau orang introvert adalah orang yang memiliki kepribadian introversi. Nah introversi sendiri menurut Wikipedia:

“Introversion is the state of being predominantly interested in one's own mental self. Introverts are typically perceived as more reserved or reflective

Singkat ceritanya adalah orang yang memiliki mental ke arah untuk menarik diri, pendiam, dan gampang termenung. Kepribadian ini menurut Carl Jung sebenarnya memiliki sharing side dengan extrovert (jelas sebagai lawan dari introvert). Jadi setiap orang sebenernya punya sisi introvert dan extrovert tapi doi pasti punya kepribadian yang dominan diantara keduanya.

Anjay sungguh berbobot dan ilmiah banget bahasa gua. Lanjut.

Tetiba kepikiran buat bahas hal kaya gini karena gua ingin menceritakan kepribadian gua yang gua anggap sebagai seorang introvert dan mencurhatkan berbagai masalah yang ada dari dulu hingga sekarang.

Asyedap.

Being an Introvert have a positive and negative impact for me. Positifnya sih banyak tapi negatifnya juga berdampak sama hubungan sosial yang bertolak belakang sama keinginan diri ini.

Ih kenapa bahasan serius bahasa gua jadi serius gini.

Oke mending langsung ke contoh saja.

Gua lebih pemilih dalam hal berteman. Terkadang ada sisi negatif dalam hal ini, but this is the thing that makes me having a friend who had the same interest with me. Maksudnya adalah gua ngga cuma sekedar punya temen yang sekedar temen aja, but a longlasted one because we’re doing the same thing we like together until death separate us.

Kok geli ya.

Banyak orang yang lebih seneng untuk punya banyak relasi dan temen untuk sekedar bersosialisasi. Gua juga pengen sih. Tapi somehow dalam diri ini mengatakan: “men lu harus pikir-pikir lagi buat berteman sama dia” atau “men kalo lu temenan sama dia lu ngga bisa dapet mutualisme buat urusan A” atau “men kalo lu temenan sama dia yang ada cuma dapet negatifnya aja”. Pikiran-pikiran yang kaya gitu jelek sih, tapi ngga ada salahnya kan untuk konstipasi antisipasi hal terburuk?

Balik lagi ke paragraf sebelum paragraf di atas. Gua lebih memilih untuk berteman dengan interest yang sama karena hidup jadi lebih mudah apabila yang dimiliki lu sama temen lu udah sama. Jangan dibikin susah.

Terus gimana kalo lu harus ketemu orang baru di tempat kerja lu?

Itu beda urusan. Kondisi kaya gitu kan harus profesional ke teman kerja (atau bos untuk perumpamaan yang lebih mudah).

Being professional at workplace is on another earth.

Temen yang gua maksud dalam paragraf sebelumnya adalah temen yang secara daily life bisa diajak ngobrol becanda all time atau yang bisa diajak kongkow goblo lah pokoknya.

Reason number two. I love having and lost on my own world.

Ih berarti lu suka mengkhayal dan menghindar dari dunia luar dong?

Iya dan ngga.

Kenapa iya? Karena banyak orang bodoh di luar sana (yang menurut gua banyak). Well sounds harsh to you right? Tapi tenang bukan yang literally bodoh yang gua maksud. Ini tentang orang “bodoh” and their stupid thing.

…..dan orang bodoh sebenarnya dibutuhkan di dunia, karena kalo ngga ada orang bodoh di dunia ini hidup jadi ngga seru nan monoton. Untuk keseimbangan dunia tentunya.

It’s all about Yin and Yang. Good and bad.

Jangan salah, punya dunia sendiri bisa berarti lu gampang untuk fokus terhadap sesuatu yang sedang lu kerjain. Ngga percaya? Coba aja dengerin lagu kesukaan lu pake headphone/headset/earphone terus lu kerja. Bisa fokus kan? Nah itu gambaran mudahnya. Lu bakal lupa dengan dunia sekitar dan fokus dengan pekerjaan lu..




.....but it sounds really f*ckin' bad if you work in group when your work mate around you. I mean literally surounded with your work mate. Lu mungkin bisa dibilang bodoh juga lagi kalo diminta tolong cuma planga plongo doang.

Kembali lagi pada pernyataan gua sebelumnya. Being professional at workplace is on another earth.

Terus kata lu tadi orang pasti punya sisi introvert dan extrovert?

Nah ini yang menyebabkan statement ngga dari pertanyaan pertama. Di lain sisi introvert gua ini, masih ada keinginan untuk berbaur dengan dunia luar atau sekedar memiliki hubungan sosial dengan banyak orang.

Contohnya dengan bikin blog ini.

Menurut gua bikin blog adalah salah satu cara mengekspresikan extrovert side dari belahan diri gua yang lain. Staging untuk keperluan “sok asik” di blog ini pun merupakan extrovert side gua.

Ya kepribadian garing dan sok asik ini adalah staging untuk keperluan penulisan blog yang (sebisa mungkin) menarik untuk pembaca semua. Mudah-mudahan teman pembaca semua semakin interest dengan blog saya yang hina ini.

Bergabung dengan sekumpulan orang dan berusaha mengakrabkan diri merupakan salah satu jenis sisi extrovert gua juga. Atau berkumpul dengan orang-orang yang introvert mungkin bisa dibilang menunjukkan sisi extrovert di dalam komunitas orang introvert.

Oh ternyata itu mungkin definisi dari Anti Social Social Club. Lol.

Terus kira-kira kepribadian lu itu mengganggu lingkungan sekitar ngga?

Iya dan ngga juga.

Iyanya karena terkadang orang lain merasa annoying dengan kepribadian gua yang apa-apa seneng keluar sendiri, main kemana-mana sendiri, ngelakuin berbagai macam hal sendiri dan ternyata “agak sedikit mengganggu” rasionalitas mereka. How the hell you spend the day without someone you can’t talk with? Ya gitu deh. Gua menikmati momen dimana memang lebih cocok untuk sendiri. Kalo dibutuhkan untuk interaksi dengan orang lain yaudah tinggal ketemu temen. Selesai kan? Ngga perlu ribet-ribet.

……include solo-ing some movie on the theater. Terkadang nonton sendiri memang nikmat dan bisa fokus untuk mendalami filmnya.

Tuhkan mention soal fokus lagi.

Nah sekarang ngganya.

Ngganya itu karena I try to express my feeling as less as possible. Terlalu banyak perasaan yang tersakiti di hati ini yang aku simpan dalam-dalam dan ku tidak ingin semua orang tau kalo aku tersakiti….biarlah orang lain senang dan aku saja yang memendam perasaanku……


ANJIR GUA KERASUKAN APA.

Jadi kesimpulannya? Ngga ada.

Lah.

Pokoknya ngga selamanya orang introvert itu buruk. Mereka sebenernya ingin bersosialisasi namun dengan cara mereka sendiri. Mereka menyendiri itu karena itu bentuk semedi (?) mereka, entah memang ada masalah ataupun sedang bosan dengan dunia luar yang gitu-gitu aja.

Gracias!

My Instagram